REVOLUSI BANSOS MUDAHKAN KPM PKH
Jakarta (24/10) - Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat menjadi narasumber pada acara Social Protection Training yang diselenggarakan oleh Australian Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) bersama Chank dari World Bank dan Michael Samson, Director of Research Economic Policy Research Institute Cape Town - South Africa di Kedutaan Besar Australia.
Pada kesempatan tersebut, Harry memaparkan tentang Program Keluarga Harapan (PKH). Mengambil istilah dari Mensos "Revolution of Social Assistance in Indonesia".
Harry menjelaskan tiga hal yang menjadi revolusi yang dilakukan pemerintah terkait transformasi penyaluran bantuan PKH dari tunai ke non tunai, yaitu diluncurkannya KKS. Kartu yang memiliki dua fungsi, sebagai e-wallet dan saving account sekaligus.
Kedua, yaitu sebagai interoperabilitas yg memudahkan penerima mengambil bantuan dimanapun, sepanjang bank tersebut masih dalam gabungan Himbara.
Ketiga, salah satu inovasi dari Kemensos dan HIMBARA adalah
mengenai Offline Electronik Data Cupture (EDC) untuk penyaluran bantuan sosial PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebagai solusi bagi daerah-daerah yang sulit terjangkau guna meluaskan jangkauan dan memudahkan penyaluran bantuan sosial non tunai menuju 10 juta KPM PKH pada tahun 2018.
Hal ini sesuai dengan pesan yang selalu disampaikan oleh Menteri Sosial dimana setiap penerima manfaat (KPM) PKH dalam penyaluran bantuan sosial mendapatkan kualitas pelayanan yang setara, aman dan terjaga walaupun berada di wilayah Indonesia yang berkategori blankspot. (OHH/Linjamsos)
Komentar
Posting Komentar